Welcome to my blog, hope you enjoy reading
RSS

Rabu, 14 April 2010

Dunia Salju

Tiba-tiba aku berada di tempat yang belum pernah aku lihat sebelumnya. Tempat yang banyak di tanami dengan pohon-pohon cemara. Tempat itu penuh dengan salju. Dingin sekali. “Waw, indah sekali! Menakjubkan!” kata ku dalam hati. Aku pun berjalan sambil mendekap tubuh ku yang menggigil. “Siapa kau, nak?” Tanya seorang ibu. Oh, aku pun menoleh ke belakang dan menjawab “ Nama ku Jessy. Maaf, anda siapa ya? Dan di mana aku sekarang?”. Ibu-ibu itu menuntun ku. “ Tenang, nak. Aku ini orang baik-baik. Perkenalkan, nama saya Marry. Panggil saja Bu Marry. Dan selamat datang di dunia Salju.” jelas Bu Marry. Hah? Aku berada di dunia salju? Seperti mimpi.
Bu Marry menuntun ku menuju rumahnya. Sepanjang perjalanan, aku dan Bu Marry saling bercerita. Sesekali kami pun bercanda. “Duduk dulu, nak. Ibu akan membuatkanmu teh hangat.” tukas Bu Marry. “Iya Bu. Terimakasih.” jawab ku. Tak lama kemudian, Bu Marry datang membawakan teh hangat dan beberapa kue bersama seorang pemuda. “Siapa pemuda itu?” hati ku bertanya-tanya. “Perkenalkan, Jessy, ini anak ibu.” celetuk Bu Marry. “Justin.” pemuda itu mengulurkan tangannya kepada ku. “Jessy.” balas ku dengan senyum kecil. Terjawab sudah pertanyaan ku. Pemuda itu anak Bu Marry yang bernama Justin. “Besok kalau udara cerah, kau mau tidak bermain seluncur dengan ku?” pinta Justin. “Hmm, tapi aku tidak bisa bermain seluncur.” jawab ku. “Oh, tenang saja. Dengan senang hati aku akan mengajari mu.” balas nya. “Baiklah, kalau begitu.” tukas ku. Malam ini aku bermalam di rumah Bu Marry. Untung saja di rumah Bu Marry tersisa satu kamar. Aku melempar tubuh ku di kasur yang empuk itu. Dingin sekali malam ini.
Pagi ini udara sangat cerah. Aku sudah siap menggunakan sweater, sarung tangan, papan seluncur, dan peralatan lainnya. Sesuai janji, hari ini Justin akan mengajari ku berseluncur. “Sudah siap, Jessy?” tanya Justin tiba-tiba. “Sudah” jawab ku dengan yakin. Kali ini, Justin mencontohkan seluncur yang baik. Aku hanya terpesona melihat Justin bermain seluncur dengan baik, lancar, dan tanpa terjatuh. “Sekarang giliran mu Jessy” tukas Justin. “Oh, aku? Iya, tunggu sebentar.” Balas ku sambil bersiap-siap. Aku pun mulai mengerakkan kaki ku, dan ternyata…. GUBRAAKKK!!! Aku terjatuh dari ranjang ku. Apa yang baru saja terjadi? Ternyata, tadi aku hanya mimpi. Aku pun terbangun dari mimpi ku. Jadi, tadi aku bermain seluncur bersama Justin cuma mimpi? Oh, tidak. Sekarang aku berada di dunia nyata. Tidak ada lagi Bu Marry, Justin, dan dunia salju. Semua itu hanya mimpi.